Senin, 10 Mei 2010

Indonesia Kurang Sambut Bioteknologi

Indonesia masih kurang mempersiapkan diri menyambut kencangnya arus bioteknologi yang kini menjadi gelombang ekonomi baru yang bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia sesudah era teknologi informasi-komunikasi, kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan PhD, di Jakarta, Senin (16/6).

"Bioteknologi kini menjadi gelombang ekonomi baru yang bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia. Sudah saatnya Indonesia serius memfasilitasinya untuk berkembang, karena penguasaan bioteknologi tidak hanya meningkatkan pamor Indonesia di dunia, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomis," katanya saat membuka "Talk Show: Biotechnology, The Next Great Entrepreneurial Wave" di Universitas Paramadina.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya mempunyai ilmuwan bioteknologi kelas dunia, bahkan banyak pendapat yang menyatakan bahwa dalam bidang biotek sumber daya manusia kita lebih maju dibandingkan Malaysia dan Singapura.

Ia mengatakan, Universitas Paramadina sedang dalam proses mendirikan program studi dan pusat riset bioteknologi.

"Banyak pihak menyatakan komitmen penuh mendukung rencana ini, termasuk dari kalangan swasta yang ternyata sangat concern," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Memajukan Bioteknologi Indonesia (YMBI), Dr Arief B. Witarto mengemukakan, di antara kekurangan Indonesia dalam bioteknologi adalah minimnya kuantitas sumber daya manusia, karena pendidikan bioteknologi yang ada terbatas hanya pada jenjang S2 dan S3, dan itu pun hanya pada beberapa universitas negeri.

Kondisi tersebut bertolak belakang bahkan dengan negara tetangga Malaysia yang menyebar program studi bioteknologi sejak dari S1, seperti kondisi di negara maju.

"Bahkan, sayangnya lagi, beberapa program studi S1 yang ada di kita hanya berbasis pada aplikasi biologi (MIPA), kedokteran dan sejenisnya. Belum ada yang berbasis teknik/rekayasa seperti sudah lazim di Jepang, Eropa dan AS," kata Arief B Witarto.

Kegiatan diskusi tahap pertama tersebut diselenggarakan oleh Universitas Paramadina bekerjasama dengan YMBI, dengan menghadirkan ahli bioteknologi kelas dunia asal Indonesia seperti Dr Muhammad Arief Budiman, peneliti senior di perusahaan genom AS, Orion Genomics, dan Dr Wahyu Purbowasito ahli ilmu genome imprinting, yang kini menjadi Kepala Laboratorium Teknologi Gen di Balai Pengkajian Bioteknologi.

Diskusi itu menyimpulkan bahwa pengembangan bioteknologi berbasis teknik/rekayasa, manfaat bioteknologi akan lebih terdorong pada penciptaan produk yang harusnya menjadi tiang dari munculnya kewirausahaan bioteknologi (bioenterpreneurship).

Kalau tidak, maka bioteknologi hanya akan menjadi ilmu dan penelitian yang tidak tuntas untuk menelorkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat, kata Muhammad Arief Budiman.

Dijelaskannya, bukti bioteknologi merupakan gelombang ekonomi baru setelah teknologi informasi-komunikasi kini sudah muncul dalam dunia kedokteran dan pertanian. Untuk kedokteran, misalnya, obat-obat berbasis protein, seperti insulin untuk diabetes dan inteferon untuk hepatitis, telah menumbuhkan perusahaan farmasi baru seperti Genentech, Amgen, yang unggul dalam bersaing dengan perusahaan farmasi tua seperti Bayerdan sejenisnya. Persis seperti ketika Apple dan Microsoft muncul menyaingi IBM.

This Blog Linked From Here Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia This Blog Linked From Here Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Bioethics encompasses a field that is wider than just the relationship between the individual physician and the patient, one that includes a professional responsibility toward all form of life as well as the specific ethos that must prevail in modern form of institutionalized and organized medicine.(Sass, 1990)

Bioetika adalah studi interdisiplin tentang masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan biologi dan kedokteran, baik dalam skala mikro, serta dampaknya pada masyarakat sistem nilai kini dan di masa yang akan datang. (Abel, 1997)

Bioetika adalah disiplin yang berkaitan dengan moralitas pelayanan kesehatan, yang menyangkut dokter, pasien, institusi pemberi pelayanan kesehatan, dan kebijakan pelayanan kesehatan. (McCullough, 1994)

A discipline with a variety of methodologies for considering the implications of medical technology and treatment choices and asking what ought to be. (Vincler. LA, 2004)
Bioetika adalah penjelmaan dari Etika Kedokteran yang sudah tidak mampu lagi menampung permasalahan-permasalahan yang berkembang dalam bidang medik, juga karena menyangkut disiplin lain.
Catatan Set KBN: FK UnAir mengelola situs FK, denan halaman khusus bioetika. Di halaman depan khusus bioetika dari situs, http://dev.fk.unair.ac.id/id/bioetik/bioetika.html (19 Oktober 2009):

Meningkatkan Peran Bioteknologi dalam Pendidikan

Pendahuluan

Penggunaan bioteknologi memiliki potensi yang besar dalam usaha peningkatan ketahanan pangan. Perkembangan berbagai teknologi seperti teknik kultur jaringan, fusi protoplas, rekayasa genetika, micro projectile bombardment dan penanda molekuler telah dipergunakan untuk mendukung pemuliaan tanaman secara konvensional untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik.

Sampai saat ini tanaman transgenik telah ditanam lebih dari 68 juta hektar. Hasilnya, penggunaan tanaman transgenik hasil bioteknologi mampu meningkatkan hasil panen dan mengurangi biaya produksi, bahkan untuk petani kecil di negara berkembang, yang merupakan penyumbang populasi penduduk dunia yang berada di bawah garis kemiskinan.

Seperti halnya teknologi baru yang lain, bioteknologi termasuk rekayasa genetika juga memiliki beberapa resiko baik yang telah diketahui maupun yang masih diteliti. Secara prinsip, sebetulnya tidak ada suatu teknologi yang tidak memiliki resiko disamping manfaatnya. Dengan demikian, dalam pemanfaatan produk bioteknologi bagi manusia dan lingkungan, diperlukan kehati-hatian.

Berbagai usaha untuk mengurangi dampak negatif bioteknologi harus terus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keterbukaan. Hal ini didasarkan kembali kepada potensi yang dimiliki oleh bioteknologi yang dapat dikembangkan untuk kecukupan pangan dunia. Namun, sayangnya sampai saat ini masih ditemukan penyebaran informasi yang salah mengenai bioteknologi ini yang disebarkan oleh beberapa pihak yang belum mengerti dengan baik mengenai bioteknologi.

Dalam memberikan informasi kepada masyarakat, pihak-pihak tersebut lebih berat dalam membesar-besarkan permasalahan mengenai resiko-resiko dalam bioteknologi dibandingkan penyebaran informasi dari hasil-hasil penelitian, pengalaman, dan peraturan pemerintah mengenai keamanan penggunaan produk bioteknologi. Hal ini berpotensi untuk menghambat perkembangan bioteknologi itu sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan dalam bidang bioteknologi merupakan hal yang penting untuk meningkatkan peran bioteknologi dalam kesejahteraan manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan investasi bidang pendidikan, penelitian, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang bioteknologi.

Bioteknologi

Menurut Konvensi Keragaman Biologi tahun 1992, bioteknologi di definisikan sebagai segala aplikasi teknologi yang memanfaatkan sistem biologi, organisme, atau turunnya, untuk memodifikasi atau menghasilkan produk atau proses untuk kegunaan tertentu. Bioteknologi dibagi dalam dua jenis berdasarkan prosesnya. Yang pertama adalah penggunaan informasi genetik untuk mempercepat dan mendukung pemuliaan tanaman atau hewan.

Yang kedua (dan yang lebih canggih) adalah merekayasa pola gen dari tanaman atau hewan untuk menghasilkan organisme baru. Hampir seluruh tanaman saat ini sebenarnya dapat dikatakan telah mengalami modifikasi genetik. Modifikasi tersebut terjadi ketika tanaman dalam species yang sama mengalami persilangan menghasilkan turunan (silangan). Silangan tersebut tidak selalu serupa dengan tetuanya, namun terdapat kombinasi genetik dari tetuanya. Selama berabad-abad, tumbuhan telah dibudidayakan dan disilang-silangkan oleh manusia untuk mendapatkan tanaman yang baik dengan sifat-sifat tertentu yang diinginkan. Jagung yang diproduksi sekarang ini merupakan contoh, tanaman yang telah melalui berbagai silangan yang jauh dari sifat asalnya sebagai tanaman liar hingga dapat berfungsi sebagai tanaman pangan. Dalam proses hibridisasi varietas, peneliti terus menerus melakukan silangan, kadang kala memerlukan waktu hingga bertahun-tahun untuk mendapatkan tanaman dengan berbagai keunggulan dan sedikit sifat yang tidak unggul.

Bioteknolgi pertanian sekarang didefinisikan sebagai sebuah proses ilmiah yang sangat teliti termasuk rekayasa genetika, yang digunakan untuk memuliakan tanaman, hewan maupun mikroorganisme lain. Bioteknologi pertanian sekarang ini menjadi suatu alat yang sangat berguna untuk membantu manusia dalam mengobati berbagai penyakit, dan meningkatkan kesehatan manusia, mengatasi penyakit pada hewan, melawan kelaparan dan menjaga kelestarian lingkungan. Kemajuan dalam hal bioteknologi secara modern memungkinkan peneliti untuk mengisolasi gen tunggal dari suatu sifat yang diinginkan, kemudian menggabungkan dengan gen dari tanaman yang lain dan menumbuhkannya sehingga dihasilkan tanaman dengan sifat tersebut.

Bioteknologi modern berbeda dengan teknik sebelumnya karena memungkinkan bagi peneliti untuk menggabungkan gen dari spesies lain (hal yang tidak dapat dilakukan dengan pemuliaan konvensional). Dengan demikian, saat ini istilah ‘genetically modified organism’ diartikan sebagai organisme yang susunan genetiknya telah termodifikasi dengan penggabungan gen baru atau beberapa gen, atau dengan menghapus gen atau beberapa gen. Gen asing dapat juga berasal dari organisme yang berbeda bahkan spesies yang berbeda. Dengan demikian, bioteknologi menjelma menjadi alat yang sangat canggih dan sangat bermanfaat bagi pemulia tanaman maupun ternak.

Kenapa Kita Memerlukan Bioteknologi?

Jawaban utama dari pertanyaan ‘mengapa kita memerlukan bioteknologi’ adalah berdasarkan data bahwa penggunaan bioteknologi secara tepat memiliki potensi dalam meningkatkan ketahanan pangan (kecukupan pangan). Bertambahnya populasi pendudukan berakibat kepada peningkatan kebutuhan pangan dalam hal kuantitas maupun kualitas.

Data menunjukkan bahwa jumlah pendudukan kelaparan di dunia mencapai 852 juta dalam kurun waktu tahun 2000-2002, atau meningkat sebanyak 18 juta dari tahun 1990an. Jika trend ini tidak berubah, maka akan muncul tantangan yang sangat serius. Menurut laporan tahunan FAO mengenai kelaparan, kelaparan dan maalnutrisi menyebabkan bencana yang hebat, penderitaan, menyebabkan lebih dari lima jura anak kecil meninggal dunia pada setiap tahunnya, dan mengkibatkan beban pendanaan yang tinggi bagi negara-negara berkembang (berkurangnya APBN). Perubahan status sosial, ekonomi, demografi dan lingkungan juga mengakibatkan perubahan pola pangan penduduk. Tantangan yang ada saat ini adalah dalam pemenuhan pangan sesuai dengan dinamika kebutuhan penduduk. Ada banyak hambatan dalam usaha peningkatan produksi pangan. Dalam hal budidaya dikenal adanya lahan yang miskin hara, kekeringan, kelembaban yang tinggi ditambah suhu yang tinggi sehingga mengundang munculnya penyakit dan hama. Dengan demikian, sangat diperlukan usaha untuk mengembangkan varietas-varietas baru dan strategi-strategi teknik budidaya agar tetap dapat berproduksi tinggi dengan kondisi seperti di atas. Sifat-sifat tanaman yang diperlukan dalam hal ini adalah tanaman yang tahan cekaman lingkungan seperti kekeringan, suhu yang tinggi dan salinitas, tahan terhadap hama dan penyakit, dan varietas yang memiliki kelebihan dalam kualitas maupun hasil panennya. Berdasarkan data, penduduk juga memerlukan suplai nutrisi dan vitamin, sehingga peningkatan penyediaan vitamin dan mineral dalam bahan pangan melalui bioteknologi merupakan nilai tambah tersendiri.

Ada banyak bukti bahwa tanaman hasil bioteknologi memiliki produktivitas yang tinggi dan menguntungkan bagi petani, diantaranya dengan mengurangi biaya produksi, energi dan bahan kimia. Produk rekayasa genetika memiliki beberapa keuntungan diantaranya: Meningkatkan tingkat nutrisi bahan pangan. Gen tertentu dapat ditambahkan dalam susunan gen padi sehingga padi tersebut setelah dipanen dapat memproduksi beta-carotene yang dapat diubah oleh metabolisme tubuh manusia menjadi vitamin A. Padi yang dihasilkan dengan teknologi rekayasa genetika yang bernama ‘golden rice’ ini berpotensi untuk mengurangi kekurangn vitamin A sebagai penyebab utama kebutaan dan faktor yang cukup signifikan terhadap kematian anak-anak di dunia. Toleran terhadap cekaman lingkungan. Para peneliti saat ini terus berusahan menghasilkan tanaman transgenic yang tahan terhadap kekeringan, salinitas sehingga dapat ditanam dan berproduksi pada lahan marginal. Meningkatkan hasil panen, rasa, dan kualitas.

Para peneliti telah merekayasa gen pengatur hormon pada tanaman dan hewan. Hasilnya menunjukkan adanya prospek yang baik dalam peningkatan hasil panen dengan kualitas yang lebih baik. Meningkatkan nutrisi yang diserap oleh ternak. Ternak yang diberikan pangan tertentu akan menyerap lebih banyak fosfor. Pengurangan fosfor dalam kotoran ternak akan mengurangi polusi air tanah. Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Ada banyak produk bioteknologi hasil rekayasa genetika yang dapat mengurangi kerusakan lingkungan. Misalnya, saat ini para peneliti telah mengembangkan pohon-pohon tertentu dengan modifikasi pada susunan sel ligninnya. Ketika kayu dari pohon tersebut digunakan untuk membuat pulp dan kertas, kayu hasil rekayasa genetika tadi membutuhkan lebih sedikit proses yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Contoh yang lain, beberapa tanaman transgenik juga diatur sedemikian rupa sehingga tidak lagi membutuhkan herbisida dan insektisida.

Kontroversi terhadap Produk Rekayasa Genetika

Sejak awal perkembangan teknik rekayasa genetika, kontroversi mengenai rekayasa genetika mulai terjadi akibat dari beberapa hal yang dianggap dapat berpotensi menjadi resiko. Hal tersebut adalah: Keamanan. Dampak negatif terhadap kesehatan manusia seperti alergen, transfer gen tahan terhadap antibiotik, dll Tidak cukup kontrol. Meskipun standard kemanan telah dikembangkan, namun dirasakan masih kurang efektif. Ketidakpastian. Tanaman rekayasa genetika kemungkinan memiliki efek yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, misalkan menyerap nutrisi tanah secara berlebihan, atau menggunakan lebih banyak air dibandingkan tanaman biasa, dan perpindahan gen yang tidak diinginkan. Gen yang dimasukkan dalam suatu species tertentu berpotensi untuk secara tidak sengaja berpindah juga kepada species liar. Misalkan gen ketahanan terhadap herbisida dapat saja masuk ke dalam gen gulma yang dapat meningkatkan ketahanan gulma terhadap herbisida sehingga sukar dibasmi menggunakan herbisida. Bahaya kerusakan lingkungan. Organisme hasil rekayasa genetika dengan berbagai sifat yang diinginkan oleh manusia dapat menggantikan posisi tanaman dan hewan asli di berbagai daerah sehingga dikhawatirkan akan berakibat turunnya diversitas tanaman dan hewan di dunia. Keterbatasan akses dan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Dikhawatirkan akan terjadi monopoli produksi pangan dunia oleh beberapa perusahaan besar, meningkatnya ketergantungan negara-negara berkembang kepada negara-negara industri, permasalahan biopiracy (ekploitasi asing terhadap sumberdaya alam hayati untuk dipatenkan).

Informasi yang tidak seimbang: Perlunya Pendidikan dalam Bidang Bioteknologi

Dewasa ini, resiko yang mungkin terjadi akibat perkembangan bioteknologi dipandang oleh sebagian orang secara langsung kepada potensi bahaya produk tanpa melihat teknik-teknik dan penelitian yang dikembangkan guna meminimunkan efek negatif dan meningkatkan sisi positif.

Perang opini dalam berbagai media pun lebih banyak fokus kepada resiko-resiko terhadap kesehatan manusia. Sepertinya saat ini, pihak yang menentang produk bioteknologi tengah memenangkan perang ini. Meskipun telah ada konsensus international dari para peneliti dan pemerintah bahwa tanaman yang berasal dari bioteknologi aman sebagai pangan dan pakan, serta berguna untuk kelestarian lingkungan, beberapa masyarakat masih takut terhadap produk rekayasa genetika ini karena dianggap tidak alami.

Mungkin masyarakat lupa bahwa pangan yang dimanfaatkan sekarang ini takkan dapat dinikmati tanpa campur tangan manusia baik dengan pemuliaan tanaman, pengolahan tanah, aplikasi pupuk, irigasi, penggunaan traktor dan lain-lain. Tanpa proses budidaya yang dilakukan oleh manusia selama bertahun-tahun, kita mungkin masih memiliki tanaman-tanaman terdahulu yang belum tentu sanggup menghasilkan hasil panenan yang mencukupi kebutuhan manusia kini. Dengan demikian, sebenarnya bioteknologi merupakan hal yang sederhana, sebagai teknologi budidaya dalam sejarah panjang pertanian dunia seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan. Sangat tidak mungkin untuk mengatakan bahwasannya sesuatu di dunia ini 100% aman, namun berdasarkan data mengindikasikan bahwa produk bioteknologi adalah aman, dan keuntungan yang didapatkan jauh melebihi resiko.

Berdasarkan review Departemen Kesehatan Inggris tahun 1999, tidak ada data yang menunjukkan efek negatif produk transgenik terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Departemen Pertanian dan Kehutanan Jepang juga memberikan hasil laporan yang sama. Selama 20 tahun tanaman transgenik dikembangkan, tidak ada suatu bukti akurat mengenai sisi negatif bagi manusia dan lingkungan. Dengan demikian, kita setidaknya dapat menyimpulkan bahwa sampai sekarang kontroversi yang terjadi didasarkan akan data-data yang tidak valid.

Argumen dari pihak yang kontra terhadap transgenic berdasar atas ketakutan dan kekhawatiran semata. Kebanyakan debat mengenai bioteknologi lebih didasarkan atas mitos dan informasi yang tidak seimbang dibandingkan dengan argumen ilmiah. Sebagai contoh, untuk mengklaim negatif produk transgenik, pihak oposisi menghubung-hubungkan pangan transgenik dengan penyakit-penyakit seperti kanker payudara, impoten dan beberapa perubahan fungsi tubuh lain.

Sayangnya pemahaman seperti ini tidak jarang tersebar hingga ke tingkat birokrat dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang. Taktik yang digunakan dalam debat juga menyesatkan pemahaman. Mereka memberikan informasi dengan media massa secara hati-hati dengan menggunakan berbagai data yang salah untuk menekankan kepada masyarakat mengenai dampak negatif bioteknologi.

Pihak yang menentang bioteknologi seringkali menggunakan percobaan yang salah untuk semakin menekankan pemahaman negatif mengenai bioteknologi kepada masyarakat. Sebagai contoh, percobaan mengenai larva kupu-kupu yang mati setelah makan jagung transgenik dipublikasikan besar-besaran bahwa akan dapat mengancam lingkungan dan manusia. Padahal secara ilmiah, percobaan itu masih salah, dan setelah diberikan penjelasan oleh reviewer para ahli terhadap penelitian tersebut tidak dapat mengubah impressi awal yang diakibatkan oleh kritik terhadap bioteknologi.

Polemik mengenai produk transgenik diikuti oleh tidak imbangnya opini yang ada di masyarakat dapat menimbulkan masalah yang lebih komplek di kemudian hari, dan juga memberikan pengaruh terhadap aktifitas pengembangan bioteknologi secara keseluruhan.

Ketimpangan opini tersebut dapat menyebabkan berkurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat dalam bidang bioteknologi. Ketimpangan opini tersebut akan sangat menyudutkan pihak-pihak yang berkecimpung dalam bidang bioteknologi dan memaksa mereka menerima pembuktian-pembuktian yang secara ilmiah masih sulit dijelaskan.

Para peneliti benar-benar akan berada di bawah tekanan, dan pada akhirnya akan mematikan perkembangan ilmu bioteknologi itu sendiri akibat kurangnya SDM dalam bidang bioteknologi, support dari pemerintah dan juga pendanaan. Hal tersebut harus dipertimbangkan sebagai kondisi yang berbahaya, karena ke depan kita akan memerlukan banyak sekali ahli-ahli bioteknologi yang benar-benar paham terutama rekayasa genetika untuk meluruskan pemahaman yang salah di masyarakat. Para advokat dalam bidang bioteknologi seringkali harus dipaksa untuk mempertahankan bioteknologi, serta sangat terbatas sekali kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat luas. Hal tersebut semakin penting karena sebenarnya masyarakat luas belum memiliki pemahaman yang benar mengenai bioteknologi apalagi secara detil. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan cara investasi dalam bidang penelitian, pendidikan dan pelatihan dalam bidang bioteknologi.

Masyarakat yang benar-benar paham mengenai bioteknologi ini akan sangat berguna untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk bioteknologi serta dapat menjadi kontrol yang efektif dalam mengawasi perkembangan bioteknologi. Pendidikan tinggi dengan produknya (lulusan, konsep, teknologi, dll) selama ini telah berperan cukup signifikan terhadap pembangunan nasional. Konsep ini terintegrasi dalam ‘Tri Dharma Perguruan Tinggi’ yaitu pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Pada prinsipnya, pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik (mahasiswa) untuk menjadi anggota masyarakat yang dapat memecahkan berbagai permasalahan dalam masyarakat, dan mengembangkan berbagai konsep dan sistem untuk mengantisipasi permasalahan di masa mendatang termasuk permasalah dalam bidang bioteknologi.

Hal tersebut dapat dicapai dengan memasukkan kurikulum mengenai bioteknologi dalam proses belajar. Bentuknya bisa saja sebagai mata kuliah wajib, mata kuliah penunjang, studium general, kuliah singkat mengenai bioteknologi di tingkat pertama, saat masa orientasi maupun acara-acara lainnya. Pendidikan tinggi juga berperan dalam pengembangan teknologi baru termasuk bioteknologi dengan riset-risetnya. Dalam hal pemberdayaan masyarakat, pendidikan tinggi dapat melakukan dengan kegiatan community college atau sekolah lapang untuk memberikan pemahaman yang berimbang mengenai bioteknologi kepada masyarakat.

Dalam kontroversi mengenai bioteknologi yang terjadi, seringkali peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan sangat berpengaruh. Untuk itu, pemahaman yang benar di pihak pemerintah untuk menggali informasi yang benar dan menggunakannya untuk merumuskan kebijakan merupakan hal yang penting dalam menengahi debat yang terjadi. Perdebatan mengenai teknologi ini, ke depan akan semakin sering terjadi, dan peran pemerintah akan semakin penting dan menentukan untuk bertindak benar di dalam tekanan yang terjadi. Terlebih di era desentralisasi di Indonesia saat ini, kebutuhan SDM yang mengerti mengenai bioteknologi di pemerintahan sebagai pengambil kebijakan akan semakin penting.

Penutup

Dari berbagai uraian dalam tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa bioteknologi pada dasarnya dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk mengatasi permasalahan yang menyangkut kepentingan manusia dan lingkungan. Bioteknologi yang bertanggungjawab sangat diperlukan dikarenakan potensinya sangat besar untuk menghasilkan kecukupan pangan dengan harga yang terjangkau masyarakat. Setiap teknologi pasti memiliki resiko, oleh sebab itu dalam penggunaan bioteknologi sangat perlu keterbukaan, analisis yang baik, kehati-hatian dan pengawasan terus-menerus. Adanya resiko-resiko dalam bioteknologi dalam bidang pertanian hendaknya dipertimbangkan sebagai salah satu komponen dalam manajemen, yang sebenarnya terbagi dua yaitu resiko jika mengembangkan bioteknologi, dan resiko jika tidak memanfaatkannya (oportunity cost).

Ketimpangan opini/pemahaman mengenai bioteknologi dapat menghambat bahkan mematikan perkembangan bioteknologi, dengan demikian diperlukan pendidikan yang baik dan benar mengenai bioteknologi ini. Hal tersebut memerlukan kerja keras semua pihak terkait diantaranya pemerintah, LSM, Perguruan Tinggi, swasta, industri, agen internasional, peneliti dan pihak-pihak lainya. Dari kerjasama yang baik tersebut akan berdampak pada perkembangan bioteknologi beserta produk-produknya dengan lebih baik lagi.

Perkembangan Bioteknologi

Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.

Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.

Ciri utama bioteknologi:

1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

Perkembangan bioteknologi :

Era bioteknologi generasi pertama Þ bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.

Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.

Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.

Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos

Era bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.

Contoh:
produksi antibiotik dan hormon

Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru.

Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoklona

REKAYASA GENETIKA

1. Kultur jaringan

Pelaksanaan teknik kultur jaringan bertujuan untuk memperbanyak jumlah tanaman. Tanaman yang dikultur biasanya adalah bibit unggul. Dengan teknik ini, kita bias mendapatkan keturunan bibit unggul dalam jumlah yang banyak dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Kultur jaringan sebenarnya memanfaatkan sifat totipotensi yang dimiliki oleh sel tumbuhan. Apa yang dimaksud dengan totipotensi? Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk menjadi individu yang sempurna. Teori totipotensi inidikemukakan oleh G. Heberlandt tahun 1898. Dia adalah seorang ahli fisiologi yang berasal dari Jerman. Pada tahun 1969, F.C. Steward menguji ulang teori tersebut dengan menggunakan objek empulur wortel. Dengan mengambil satu sel empulur wartel, F.C. Steward bisa menumbuhkannya menjadi satu individu wortel. Pada tahun 1954, kultur jaringan dipopulerkan oleh Muer, Hildebrandt, dan Riker. Kultur jaringan memerlukan pengetahuan dasar tentang kimia dan biologi. Pada teknik ini kamu hanya membutuhkan bagian tubuh dari tanaman. Misalnya batang hanya seluas beberapa millimeter persegi saja. Jaringan yang kamu ambil untuk dikultur disebut eksplan. Biasanya, yang dijadikan eksplan adalah jaringan muda yang masih mampu membelah diri. Misalnya ujung batang, ujung daun, dan ujung akar. Kultur jaringan dapat kamu lakukan secara sederhana, yaitu:

a. Mensterilkan eksplan. Caranya adalah direndam dalam alkohol 70% atau kalsium hipoklorit 5% selama beberapa menit.

b. Gunakan botol atau tabung yang sudah disterilkan, isi dengan media. Masukkan potongan jaringan yang sudah disterilkan di atas media dalam botol. Media yang digunakan terdiri atas:

1) Unsur-unsur atau garam mineral:

Unsur makro: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg.

Unsur mikro: Zn, Mn, Mo, So.

2) Asam amino, vitamin, gula, hormon, dengan perbandingan tertentu.

3) Media cair; bahan-bahan di atas dicampur akuades.

4) Media padat; bahan-bahan di atas campur dengan agar-agar. Media cair dan padat tersebut kemudian disterilkan dengan menggunakan mesin khusus yang disebut dengan autoklaf.

c. Simpan di tempat yang aman pada suhu kamar, tunggu untuk beberapa lama maka akan tumbuh kalus (gumpalan sel baru). Bisa juga selama pemeliharaan dilakukan pengocokan dengan mesin pengocok yang bergoyang 70 kali permenit. Pengocokan dilakukan selama 1,5 – 2 bulan. Tujuan dari pengocokan adalah untuk merangsang sel-sel eksplan supaya giat bekerja dan memperlancar proses persiapan zat dan penyebaran makanan merata, serta menjamin pertukaran udara lebih cepat.

d. Kalus yang tumbuh bisa dipotong-potong untuk dipisahkan dan di tanam pada media lain.

e. Kalus tersebut akan tumbuh menjadi tanaman muda (plantlet), kemudian pindahkan ke pot. Jika tanaman tersebut sudah kuat, maka bisa dipindahkan ke media tanah atau lahan pertanian. Kultur jaringan dapat disimpan dalam suhu rendah sebagai stok atau cadangan. Jika sewaktu-waktu diperlukan, maka jaringan ini dapat diambil dan ditanam. Contoh tanaman yang bisa menjadi objek kultur adalah pisang, mangga, tebu, dan anggrek.

Keuntungan dari kultur jaringan adalah:

􀂉 Dalam waktu singkat dapat menghasilkan bibit yang diperlukan dalam jumlah banyak.

􀂉 Sifat tanaman yang dikultur sesuai dengan sifat tanaman induk.

􀂉 Tanaman yang dihasilkan lebih cepat berproduksi.

􀂉 Tidak membutuhkan area tanam yang luas.

􀂉 Tidak perlu menunggu tanaman dewasa, kita sudah dapat membiakkannya.

2. Kloning

Kloning adalah penggunaan sel somatik makhluk hidup multiseluler untuk membuat satu atau lebih individu dengan materi genetik yang sama atau identik. Kloning ditemukan pada tahun 1997 oleh Dr. Ian Willmut seorang ilmuan Skotlandia dengan menjadikan sebuah sel telur domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau tanpa perkawinan. Domba hasil rekayasa ilmuan Skotlandia tersebut diberi nama Dolly. Cara kloning domba Dolly yang dilakukan oleh Dr. Ian Willmut adalah sebagai berikut.

a. Mengambil sel telur yang ada dalam ovarium domba betina, dan mengambil kelenjar mamae dari domba betina lain.

b. Mengeluarkan nukleus sel telur yang haploid.

c. Memasukkan sel kelenjar mamae ke dalam sel telur yang tidak memiliki nukleus lagi.

d. Sel telur dikembalikan ke uterus domba induknya semula (domba donor sel telur).

e. Sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae dimasukkan ke dalam uterus domba, kemudian domba tersebut akan hamil dan melahirkan anak hasil dari kloning.

Jadi, domba hasil kloning merupakan domba hasil perkembangbiakan secara vegetatif karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma. Kloning juga bisa dilakukan pada seekor katak. Nukleus yang berasal dari sebuah sel di dalam usus seekor kecebong ditransplantasikan ke dalam sel telur dari katak jenis lain yang nukleusnya telah dikeluarkan. Kemudian, telur ini akan berkembang menjadi zigot buatan dan akan berkembang lagi menjadi seekor katak dewasa. Kloning akan berhasil apabila nukleus ditransplantasikan ke dalam sel yang akan menghasilkan embrio (sel telur) termasuk sel germa. Sel germa adalah sel yang menumbuhkan telur dari sperma.

3. Makhluk hidup transgenik

Makhluk hidup transgenik sering disebut sebagai

GMOs (Genetically Modified Organisms) yang merupakan hasil

rekayasa genetika. Teknik ini mengubah faktor keturunan

untuk mendapatkan sifat baru. Teknik ini dikenal dengan

rekayasa genetika atau teknologi plasmid. Pengubahan gen

dilakukan dengan jalan menyisipkan gen lain ke dalam

plasmid sehingga menghasilkan individu yang memiliki sifat

tertentu sesuai dengan keinginan si pembuat.

a. Produksi insulin

Pernahkah kamu mendengar tentang insulin? Bagaimana

cara memproduksi insulin? Caranya adalah dengan menyambungkan

gen pengontrol pembuatan insulin manusia

ke dalam DNA bakteri. Kemudian dari hasil penyambungan

tersebut akan terbentuk bakteri baru yang mampu menghasilkan

hormon insulin manusia. Bakteri ini dipelihara

di laboratorium untuk menghasilkan insulin. Insulin yang

dihasilkan bisa untuk mengobati penyakit kencing manis.

b. Menciptakan bibit unggul

Rekayasa genetika untuk memperbaiki tumbuhan supaya

menjadi lebih baik, yaitu:

1) Pencakokan gen pembentuk pestisida pada tumbuhan

sehingga mampu menghasilkan peptisida mematikan

hama.

2) Rekayasa tumbuhan yang mampu melakukan fiksasi

nitrogen. Teknologi ini mampu membuat tanaman

yang bisa memupuk dirinya sendiri.

3) Rekayasa genetika yang mampu menciptakan tanaman

yang mampu memproduksi zat anti koagulan.

4. Hibridisasi

Pada pelajaran sebelumnya, kamu telah mengenal

hibridisasi. Apa yang kamu ketahui tentang hibridisasi?

Hibridisasi adalah persilangan antara varietas dalam spesies

yang sama yang memiliki sifat unggul. Hasil dari hibridisasi

adalah hibrid yang memiliki sifat perpaduan dari kedua

induknya. Teknik ini dapat dilakukan pada tumbuhan dan

hewan. Contoh hibrid tumbuhan yang telah dibudidayakan

adalah jagung, kelapa, padi, tebu, dan anggrek.

5. Inseminasi buatan

Inseminasi buatan adalah pembuahan atau fertilisasi

yang terjadi pada sel telur dengan sperma yang disuntikkan pada kelamin betina. Jadi, fertilisasi ini tidak membutuhkan

hewan jantan, tetapi hanya membutuhkan spermanya saja.

Tahukah kamu mengapa inseminasi buatan dilakukan?

Inseminasi buatan dilakukan karena bibit pejantan unggul

yang hendak dikawinkan dengan bibit betina lokal tidak

memiliki waktu masa subur yang bersamaan. Bibit pejantan

unggul dikawinkan dengan bibit betina lokal supaya dapat

menghasilkan keturunan yang lebih baik.

Teknologi ini menggunakan metode penyimpanan

sperma pada suhu rendah (−80o sampai −20o). Jadi, untuk

mendapatkan bibit pejantan unggul untuk mengawini bibit

betina lokal tidak perlu dengan membawa individunya tetapi

cukup dengan membawa spermanya. Hal ini juga memudahkan

proses pengiriman dari suatu negara ke negara lain.

6. Bayi tabung

Bayi tabung adalah bayi yang merupakan hasil pembuahan

yang berlangsung di dalam tabung. Teknologi ini

sebenarnya kelanjutan dari teknologi inseminasi buatan,

hanya proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar

sedangkan inseminasi terjadi di dalam tubuh. Kedua-duanya

sama-sama merupakan perkembangbiakan generatif.

Kita biasanya sering mendengar istilah bayi tabung bagi

pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Hal

ini merupakan jalan pintas bagi mereka untuk segera mendapatkan

keturunan. Proses

pembuatan bayi tabung adalah sebagai berikut.

a. Sel telur yang mengalami ovulasi pada induk atau wanita

diambil dengan suatu alat dan disimpan di dalam tabung

yang berisi medium seperti kondisi yang ada pada rahim

wanita hamil.

b. Sel telur dipertemukan dengan sperma di bawah mikroskop

dan diamati sehingga terjadi fertilisasi.

c. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut dikembalikan ke

dalam tabung.

d. Jika sel telur yang sudah dibuahi disebut zigot. Zigot

berkembang dengan baik dan menjadi embrio, maka

embrio tersebut akan disuntikkan kembali ke dalam rahim

induknya semula.

B. Dampak Rekayasa Reproduksi

Rekayasa teknologi tidak semuanya berdampak positif

bagi kehidupan manusia maupun bagi makhluk hidup lain

dan lingkungan. Teknologi yang diciptakan dengan tujuan

untuk memakmurkan umat manusia bisa saja menghancurkan

manusia itu sendiri jika tidak diikuti dengan keimanan

dan ketaqwaan.

􀂉 Dampak positif rekayasa reproduksi sebagai berikut.

☯ Menciptakan bibit unggul.

☯ Meningkatkan gizi masyarakat.

☯ Melestarikan plasma nutfah.

☯ Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sesuai

dengan keinginan manusia.

☯ Membantu pasangan yang kesulitan mendapatkan

anak dengan jalan pintas yaitu bayi tabung.

􀂉 Dampak negatif rekayasa reproduksi sebagai berikut.

☯ Pada perbanyakan keturunan dengan kultur jaringan yang memiliki materi genetis yang sama akan mudah terkena penyakit.

☯ Merugikan petani dan peternak lokal yang mengandalkan

reproduksi secara alami.

☯ Dikhawatirkan adanya penyalahgunaan teknologi

reproduksi untuk kepentingan pribadi yang merugikan

orang lain. Misalnya misi sebuah negara yang hendak

menguasai dunia dengan menciptakan prajurit tangguh

dengan teknik pengkloningan.

MEKANISME SARAF PADA KONTARAKSI OTOT

BAB I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.
Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago) (Anonym a, 2009)

Otot merupakan suatu organ /alat yang dapat bergerak ini adalah suatu penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk (lihat pergerakan amuba). Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan beneng-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot yang mendapatkan ransangan maka miofibril akan memendek, dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya ke arah tetentu(berkontraksi) (Anonym b, 2009 )

B. Tujuan
Adapun tuuan dalam melaksanakan praktikum kali ini adalah :
1. mempelajari cara mematikan katak.
2. mempelajari dan membuat / menyediakan preparat otot syaraf.
3. mempelajari berbagai rangsangan terhadap otot syaraf.
4. mengintegrasi kontraksi sedehana dan menghitung komponen-komponennya.
5. mempelajari rangsangan subminimal, minimal, submaksimal, maksimal dan suprakmaksimal; dan kontraksi minimal, submaksimal, dan maksimal.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem otot
Sistem otot adalah sistem organ pada hewan yang mengizinkan makhluk tersebut bergerak. Sistem otot pada vertebrata dikontrol oleh sistem saraf, walaupun beberapa otot (seperti otot jantung) dapat bergerak secara otonom. Manusia sendiri memiliki sekitar 650 jenis otot rangka.Otot terbagi menjadi 3, yaitu1)Otot Lurik 2)Otot Jantung 3)Otot Polos ( Anonym a, 2009 )
Otot lurik atau otot rangka adalah sejenis otot yang menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk pergerakan. Otot ini mempunyai pigmen mioglobin dan mendominasi tubuh vertebrata (Anonym c,2009 ).
Otot ini disebut lurik, karena pada otot ini tampak daerah gelap (miosin) dan terang (aktin) yang berselang seling. Disebut juga otot rangka, karena melekat di rangka dan juga otot sadar, karena bekerja di bawah kesadaran (volunter) (Anonym c,2009 ).
Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris, memanjang dan berinti sel banyak (multinuklei), bergerak dalam waktu cepat, dan cepat lelah(Anonym c,2009 ).


Fungsi kerangka:
1. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
2. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dll.
3. Tempat melekatnya otot-otot
4. Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih
5. Alat gerak pasif
a. Tulang Rawan :
• Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak.
• Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa.
b. Tulang Keras :
Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras. Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang panjang (Anonym b,2009 ).
• Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah.
• Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise.
1.otot polos.
Otot polos terdiri dari sel-sel oto polos.sel otot ini bentuknya seperti gelendongan, di bagian tengah tebesar dan kedua ujungnya meruncing. Otot polos memiliki serat yang arahnya searah panjang sel tersebut mofibril. Serat miofilamen dan masing-masing miofilamen terdiri dari protein otot yaitu aktin dan miosin.Otot polos bergerak secara teratur , dan tidak cepat lelah .walaupun tidur otot masih mampu bekerja.oto polos terdapat pada alat-alat dinding tubuh dalam , misalnya pada diding usus, dinding pembuluh darah , pembuluh limfe, dinding saluran pencernaan, takea , cabang tenggorok , pada muskulus siliaris mata, otot polos dalam kulit , saluran kelamin dan saluran ekskreasi.
Cara kerja otot polos
Bila otot polos berkontraksi, maka bagian tengahnya membesar dan otot menjadi pendek . kerutan itu terjadi lambat . bila otot itu mendpat suatu ransang, maka reaksi tehadap berasal dari susunan sara tak sadar(otot involunter), oleh karena itu otot polos tidak berada di bawah kehendak. Jadi, bekerja di luar kesadaran kita.
2. otot lurik
Gambar ; struktur otot ;http://www.e-dukasi.net/mapok/
Sel-sel otot lurik berbentuk silindris atau seperti tabung dan berinti banyak . letaknya di pinggir , panjangnya 2,5 cm dan diameternya 50 mikron.sel otot lurik ujung sel nya tidak menunjukan batas yang jelas dan miofibril tidak homogen , akibatnya tampak serat-serat lintang.
otot lurik di bedakan menjadi 3 macam, yaitu : otot rangka, otot kulit dan otot lingkar.otot –otot rangka mempunyai hubungan dengan tulang dan berfungsi menggerakkan tulang . otot ini bila di lihat di bawah mikroskop, maka tampak susunannya serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel, dan tanpak adanya garis-garis terang di selingi gelap yang melintang.
Otot-otot kulit seperti yang terdapat pada roman muka termasuk otot-otot lurik ,berada di bawah kehendak kita .perlekatannya pada tulang dan kulit, tetapi ada juga yang terdapat dalam kulit seluruhnya.otot-otot yang merupakan lingkaran di sebuah otot lingkaran, misalnya otot yang mengelilingi mulut dan mata.

Cara kerja otot lurik

Bila otot lurik berkotraksi, maka menjadi pendek dan setiap serabut turut dengan berkontraksi. Otot-otot jenis ini hanya berkontraksi jika di rangsang oleh rangsang saraf sadar(otot volunter).kerja otot lurik adalah bersifat sadar, karena itu di sebut otot sadar,artinya bekerjaya menurut kemauanadar, karena itu di sebut otot sadar,artinya bekerjaya menurut kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang cepat,tapi tidak tahan kelelahan.
3.otot jantung
Otot jantung merupakan otot “ istimewa”.otot ini bentuknya seperti otot lurik perbedaannya ialah bahwa serabut nya bercabang dan bersambung satu sama lain, berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kemauan, kontraksi tidak di pengaruhi saraf , fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontarksi, karena itu di sebut otot tak sadar

Otot jantung di temukan hanya pada jantung (kor),mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan gerkan tanpa tergantung pada ada tidak nya ransangan saraf.cara kerja otot jantung ini disebut miogenik,yang membedakan nya dengan neurogonik.
Macam-macam otot bedasarkan fungsinya
1. Menurut bentuk dan serabutnya,yaitu otot serabut sejajar atau bentuk kumparan, otot bentuk kipas,otot bersirip dan melingkar/sfiter.
2. Menurut jumlah kepalanya yaitu otot berkepala dua, otot berkepala tiga/triseps dan otot berkepala empat/quadriseps.
3. Menurut pekerjaannya,yaitu ;
a.Otot sinergis, otot yang pekerjaannya,bekerja bersama-sama
b.Otot antargonis,yaitu otot yang bekerjanya berlawanan
c.Otot abduktor, yaitu yang bekerja menggerakkan anggota menjauhi
tubuh.
d.Otot adduktor, yaitu otot yang menggerakkan anggota ke jerusan
tubuh(mendekati tubuh) tubuh.
e.Otot ekstensor otot yang bekerja membengkok kan sendi tulang atau
melipat sendi.
f.Otot ekstenesor otot yang yang bekerja melulusakan kembali tulang
kepada kedudukan semula.
g.Otot pronator,dimana ulna dan radialdalam keadaan sejajar.
h.Otot supinator, dimana ulna dan radial menjadi menyilang.
i.endorotasi, memutar ke dalam
j.eksorotasi, memutur ke keluar
k.dilatasi,memanjangkan otot
l.kontraksi,memendekan otot
4.Menurut letaknya otot-otot tubuh di bagi dalam beberapa golongan:
a),otot bagian kepala
b).otot bagian leher
c).otot bagian dada.
d).otot bagian perut.
e).otot bagian punggung
f).otot bahu dan lengan
g).otot pinggul
h).otot anggota gerak bawah.
BAB III. METODE PENGAMATAN
A. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan dalam percobaan kali ini antara lain satu atau 2 ekor katak, sonde,larutan garam fisiologis, alat – alat diseksi, 2 gelas aweloji, papan fiksasi, benang,elektroda perangsang, Kymograph, tromol dan kertasnya, statif, klem, kabel listrik.
B. Langkah kerja
Mematikan katak
1. memasukan sonde kedalam foramen occipitalle, kemudian beberapa saat diputar – putar sehingga otak menjadi rusak. Mematikan rasakan katak dinamakan single pithing.Kemudian menusukan sonde kearah belakang Canalis Vetebralis dengan memutarkan sonde sampai katak mati yang disebut Double Pithing.
Macam – macam rangsangan
Memberikan rangsangan pada preparat otot katak dengan menambahkan pukulan dengan tiba – tiba, menambahkan garam, menambahkan asam cuka, dan memberikan panas dengan pisau panas.
BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data
Perlakuan Reaksi
Garam ++
Cuka ++++
Pisau panas ++
Dipukul +

B. Pembahasan
Pada prktikum kali ini kami melakukan ji coba dengan menggunakan hewan percobaan katak sawah. Dengan perlakukan menguji saraf tepi dan otot.
Percobaan pertama adalah dengan mematikan katak. Proses mematikan katak dibagi atas 2 bagian yaitu Single Pithing dan Double Pithing. Proses single pithing adalah dengan cara menusukkan konde kedalam foramen occipitale yang kemudian untuk beberapa saat konde diputar putarkan sehingga otaknya mernjadi rusak sama sekali. Single pithing akan membuat katak menjadi matirasa. Proses berikutnya adalah Double Pithing. Pada double pithing, sonde setelah menusuk foramen occipitale langsung ditusukan kedalam canalis vetebralis dan memutar mutarkanya didalam. Dalam proses ini katak akan mati.
Pada setiap organiseme hewan pastilah akan mengalamio rangsangan baik dari dalam ataupun dariluar (Interoseptor dan Eksteroreseptor). Rangsangan dibagi atas5 bagian yaitu Mekanoreseptor, Reseptor rasa sakit, Termoreseptor, Kemoreseptor, Elogteromagnetikreseptor.
Percobaan rangsangan pada katak menggunakan beberapa perlakuaan antara lain dengan garam, cuka, pisau panas, dan dengan dipukul. Perlakuan ini dilihat dengan cara melihat reflek katak dalam hal ini adalah kontraksi ototnya.
Reaksi yang paling kuat pada kontraksi otot adalah dengan menggunakan cuka. Penggunaan cuka akan ditangkap oleh kemoreseptor dan dapat ditranduksikan sampai ke sistem saraf katak, sehingga dapat dirasakan oleh katak.
Perlakuan kedua dengan menggunakan pisau panas. Reaksi tidak seberapa kuat dibandingkan dengan asam cuka. Reaksi panas akan ditangkap oleh termoreseptor pada otot dan akhirnya dapat tersampaikan pada sistem saraf katak. Perlakuan dengan menggunakan panas sama halnya dengan menggunakan garam.
Reaksi yang paling lama ialah dengan dilakukan sentuhan fisik dari luar yaitu dengan cara dipukul. Hal ini dikarenakan lemahnya energi yang diberikan oleh otot katak.
V. KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan pada katak untuk mengetahui rangasang dari luar maka dapat disimpulkan bahwa :
1 Single Pithing adalah metode untuk mematirasakan katak, sedangkan Double Pithing adalah metode untuk mematikan katak.
2 Rangsang akan membuat reaksi pada tubuh hewan
3 Rangasangan yang dapat menimbulkan reaksi dari hewan antara lain, garam, cuka, panas, dan pukulan.
4 Reaksi yang paling kuat dan cepat adalah dengan menggunakan asam cuka.

B. Saran
Agar pembaca dapat mengambil inti dari kegiatan yang dilakukan oleh praktikum biologi kali ini sehingga pada praktikum berikutnya dapat disempurnakan baik dalam pengamatan ataupun dalam pembuatan laporan ini.
DAFTAR PUSTAKA

Anonym a.2009. Sistem Saraf. http://id.wikipedia.org/
Maknun, Djohar. 2010. Panduan Praktikum Fisiologi Hewan. Pus Lab IAIN SNJ Cirebon
wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Kanisius. Jogjakarta

Potensial Osmotik Tumbuhan

Sel tumbuhan memiliki ciri fisiologi yang berbeda dengan sel hewan khususnya dengan keberadaan dinding sel pada sel tumbuhan. Dinding sel pada tumbuhan tinggi merupakan matriks yang di dalamnya terdapat rangka, yaitu senyawa selulosa yang berwujud mikrofibril atau benang halus. Matriks pada dinding sel ini tersusun dari beberapa senyawa yaitu hemiselulosa, pektin, plastik biologik, protein dan lemak.

Dinding sel secara umum dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Perbedaan antara kedua macam dinding ini terletak pada fleksibilitas, ketebalan, susunan mikrofibril dan pertumbuhannya (Istanti, 1999). Seluruh aktivitas sel tumbuhan sangat tergantung dengan keberadaan dinding sel ini. Dinding sel selain berfungsi untuk proteksi isi sel juga berperan sebagai jalan keluar masuknya air, makanan dan garam-garam mineral ke dalam sel. Sel tumbuhan merupakan bagian terkecil dari sistem hidup dan di dalam sistem ini sel-sel saling bergantung. Perilaku sel tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan sel itu sendiri tetapi juga sel-sel di sekitarnya dan tumbuhan itu sendiri serta lingkungan luar. Berbagai macam zat seperti makanan, zat mineral, air dan gas bergerak dari sel ke sel dalam bentuk molekul atau partikel.

Lingkungan suatu sel meliputi sel-sel di sekitarnya dan lingkungan luar yang meliputi air, tanah dan udara tempat tumbuh dan hidup tumbuhan tersebut. Sel-sel yang bersinggungan langsung dengan lingkungan luar antara lain sel-sel yang ada di akar, batang dan daun yang kemudian meluas ke suluruh tubuh tumbuhan melalui ruang-ruang dalam sel (Tjitrosomo, 1983: 1). Molekul atau partikel air, gas dan mineral masuk ke dalam sel tumbuhan melalui proses difusi dan osmosis. Melalui proses-proses tersebut tumbuhan dapat memperoleh zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Proses difusi berlangsung dari daerah yang memilki konsentrasi partikel tinggi ke daerah yang konsentrasi partikelnya rendah. Difusi memiliki peranan penting dalam sel-sel tumbuhan yang hidup.

Air masuk ke dalam akar,bergerak dari sel ke sel dan meninggalkan tubuh dalam bentuk uap, semua melalui proses difusi. Gas-gas (O2 dan CO2), unsur-unsur dan bahan bahan makanan masuk ke dalam sel atau di antara sel-sel dan bergerak dari sel ke sel dengan jalan difusi (Tjitrosomo, 1983). Difusi berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi, karena suatu perbedaan terjadi apabila terjadi perubahan konsentrasi dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Selain perbedaan konsentrasi, perbedaan konsentrasi, perbedaan sifat juga dapat menyebabkan difusi (Sasmitamihardja, 1990: 22). Sedangkan osmosis merupakan peristiwa perpindahan air dari daerah yang konsentrasi airnya tinggi ke daerah yang konsentrasi airnya rendah melalui membran semipermeabel. Membran semipermeabel yaitu membran yang hanya mengizinkan lalnya air dan menghambat lalunya zat terlarut. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk melakukan difusi (Sasmitamihardja, 1990: 24).

Sel tumbuhan dapat mengalami kehilangan air, apabila potensial air di luar sel lebih rendah daripada potensial air di dalam sel. Jika sel kehilangan air cukup besar, maka ada kemungkinan volume isi sel akan menurun besar sehingga tidak dapat mengisi seluruh ruangan yang dibentuk oleh dinding sel. Artinya, membran dan sitoplasma akan terlepas dari dinding sel, peristiwa ini disebut plasmolisis. Sel yang sudah terplasmolisis dapat disehatkan kembali dengan memasukkannya ke dalam air murni (Tjotrosomo, 1983: 11).

Rujukan:

Dwidjoseputro, D. 1978. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia.

Fitter, AH., dan RKM. Hay. 1981. Fisiologi Lingkungan Tanaman.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Istanti, Annie; Prasetyo, Triastono I. dan Dwi Listyorini. 1999. Biologi Sel. Malang: FMIPA UM.

Lukyati, Betty, dkk. 199 . Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Malang: FMIPA UM.

Sasmitamihardja, Dardjat dan Arbayah H.S. 1990. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Bandung: FMIPA-ITB.

Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 1987. Botani Umum 2. Bandung: Angkasa.